Powered by Blogger.

Tuesday, 23 April 2013

KONSEP PARITAS / PARTUS


Dr. Suparyanto, M.Kes


KONSEP PARITAS / PARTUS

Pengertian paritas
  • Paritas adalah banyaknya kelahiran hidup yang dipunyai oleh seorang wanita (BKKBN, 2006). Menurut Prawirohardjo (2009), paritas dapat dibedakan menjadi primipara, multipara dan grandemultipara.
  • Paritas adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup diluar rahim (28 minggu) (JHPIEGO, 2008). Sedangkan menurut Manuaba (2008), paritas adalah wanita yang pernah melahirkan bayi aterm.



Klasifikasi Paritas
1. Primipara
  • Primipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak, yang cukup besar untuk hidup di dunia luar (Varney, 2006).
2. Multipara
  • Multipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu kali (Prawirohardjo, 2009).
  • Multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi viabel (hidup) beberapa kali (Manuaba, 2008).
  • Multigravida adalah wanita yang sudah hamil, dua kali atau lebih (Varney, 2006).
3. Grandemultipara
  • Grandemultipara adalah wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau lebih dan biasanya mengalami penyulit dalam kehamilan dan persalinan (Manuaba, 2008).
  • Grandemultipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih hidup atau mati (Rustam, 2005).
  • Grandemultipara adalah wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau lebih (Varney, 2006).

SEKILAS TENTANG PENYAKIT DIFTERI


Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG PENYAKIT DIFTERI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latarbelakang
Difterimerupakansalahsatupenyakit yang sangat menular (contagious disease). Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri corynebacterium diphtheria yaitu kuman yang menginfeksi saluran pernafasan, terutama bagian tonsil, Nasofaring (bagian antara hidung dan faring atau tenggorokan) dan laring. Penularan difteri dapat melalui hubungan dekat, udara yang tercemar oleh carier atau penderita yang akan sembuh, juga melalui batuk dan bersin penderita.

Penderita difteri umumnya anak-anak, usia dibawah 15 tahun. Dilaporkan 10 % kasus difteri dapat berakibat fatal, yaitu sampai menimbulkan kematian. Selama permulaan pertama dari abad ke-20, difteri merupakan penyebab umum dari kematian bayi dan anak-anak muda. Penyakit ini juga dijumpai pada daerah padat penduduk tingkat sanitasi rendah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri sangatlah penting, karena berperan dalam menunjang kesehatan kita. Lingkungan buruk merupakan sumber dan penularan penyakit.

Sejak diperkenalkan vaksin DPT (Dyptheria, Pertusis, Tetanus), penyakit difteri jarang dijumpai. Vaksin imunisasi difteri diberikan pada anak-anak untuk meningkatkan system kekebalan tubuh agar tidak terserang penyakit tersebut. Anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin difteri akan lebih rentan terhadap penyakit yang menyerang saluran pernafasan ini.

1.2 TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1)    Untuk mengetahui factor agent penyakit Difteri.
2)    Untuk mengetahui factor host penyakit difteri.
3)    Untuk mengetahui environment penyakit difteri.
4)    Untuk mengetahui port of entry and exit penyakit difteri.
5)    Untuk mengetahui transmisi penyakit difteri.
6)    Untuk mengetahui pencegahan penyakit difteri.
7)    Pengobatan penyakit difteri.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Faktor Agent
Kuman coryne bacterium diphtheria

2.2 Faktor Host
1)            Kondisi imun pada orang tersebut lemah.
2)            Kurangnya kebersihan diri.
3)            Orang tersebut sering bepergian ketempat yang kumuh atau ketempat ada penderita penyakit difteri.
4)            Faktor umur, status gizi, status social ekonomi, dan perilaku.

SEKILAS TENTANG PENYAKIT CAMPAK



Dr. Suparyanto, M.Kes

SEKILAS TENTANG PENYAKIT CAMPAK

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
1. Rubela/campak
Rubella yang sering dikenal dengan istilah campak Jerman atau campak 3 hari adalah sebuah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella ( virus yang berbeda dari virus yang menyebabkan campak), yang biasanya ditularkan melalui cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan.

Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui aliran darah seorang wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungnya. Karena penyakit ini tergolong penyakit ringan pada anak – anak, bahaya medis yang utama dari penyakit ini adalah infeksi pada wanita hamil, yang dapat menyebabkan sindrom cacat bawaan pada janin tersebut. Sebelum vaksin melawan rubella tersedia pada tahun 1969, epidemi rubella terjadi, 6 – 9 tahun. Anak- anak dengan usia 5 - 9 menjadi korban utama dan muncul banayak kasus rubella bawaan. Sekarang, dengan adanya program imunisasi pada anak - anak dan remaja usia dini, hanya muncul sedikit kasus rubella bawaan.

Infeksi rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50% sedangkan jika infeksi terjadi trimester pertama maka resikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologist, 1981).

2. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Penyusunan makalah ini memiliki tujuan umum yaitu untuk memenuhi salah satu tugas Epidemiologi.

2. Tujuan Khusus
1)    Mengetahui pengertian tentang rubella
2)    Mengetahui tentang penyebab-penyebab rubela
3)    Mengetahui jenis dan gejala rubella
4)    d.Mengetahui pencegahan rubela
5)    Mengetahui tentang pemberantasan rubela
6)    Mengetahui tentang pengobatan rubela